Menjelang Dilantik, Om Anies Seharusnya Mimik Thai Tea Dulu 0 1363

Thai tea oh, thai tea

Khasiatnya seharusnya diketahui oleh om Anies sebelum dilantik.

Pembaca mungkin tahu betapa ajaib minuman berwarna jingga (oranye, kalau kata orang Indonesia) ini. Tahu-tahu saja, kita sering lihat namanya tertera dalam daftar menu di mana-mana. Mulai dari restoran, gerai minuman, tempat nongki, sampai dijajakan dalam kemasan botol kecil oleh para mahasiswa.

Sebenarnya, minuman ini bukan resep baru. Terima kasih pada DDTT (merk diinisial supaya tidak dikira endorse), teh Thailand ini jadi ngetren amat di kalangan masyarakat menengah ke atas Indonesia dalam beberapa bulan terakhir.

Rasanya: manis-manis gimanaaa gitu…

Siapa yang menyangka, bahwa ternyata asal-muasal Thai tea sendiri masih acap kali diperdebatkan. Teh Thailand yang benar-benar orisinil dipercaya tidak mengandung susu sama sekali, melainkan hanya seduhan rerempah seperti cengkeh, bunga lawang, biji tamarin, dan kapulaga. Jika benar begitu, entah yang sering kita jumpai di mal-mal ini teh Thailand KW seratus atau teh Thailand yang sengaja dibaur krimer bejibun biar pantas jadi adiknya gurin–si “teh hijau” yang katanya *uhuk* antioksidan tapi *uhuk* banyak gulanya.

Penulis yang patah hati oleh segala kepalsuan ini lalu mencoba mencari resep teh Thailand asli tradisional, yang disebut Cha Dum Yen. Rupanya, khasiat dari Cha Dum Yen nggak main-main, lho! Banyak sekali manfaatnya bagi tubuh, terutama untuk orang yang banyak kesibukan dan sering menghabiskan energi untuk berpikir. Wah… berarti, minuman ini cocok sekali untuk masyarakat urban yang padat kegiatan.

Apalagi pejabat di kota metropolitan.

Apalagi para politisi.

Apalagi gubernur. Atau eh, calon gubernur. Om Anies misalnya, yang bakal dilantik jadi gubernur ibukota kurang dari seminggu lagi. Mulai sekarang hingga nanti waktu sudah jadi gubernur, bolehlah Om Anies minum Thai tea setiap pagi sebelum bekerja. Habis, banyak sekali khasiatnya buat Om Anies (mungkin buat Kak Sandi juga).

Berikut ini tiga manfaat Teh Thailand untuk Om Anies.

 

Teh Thailand Bisa Kurangi Efek Alergi

Kandungan flavonoid yang ada dalam teh Thailand bisa meningkatkan perlindungan tubuh, dengan meminimalisir efek keracunan dan terjadinya peradangan. Cocok untuk orang yang memiliki alergi atau pantangan khusus.

Berarti, teh Thailand cocok juga untuk Om Anies yang punya alergi berat sama reklamasi pantai utara Jakarta. Siapa tahu, nanti-nanti kalau ternyata reklamasi tetap harus berlanjut, karena toh AMDAL sudah dibuat dengan sah, dan Jakarta memang butuh peremajaan ekstra sebagai pusat perekonomian Indonesia, Pak Anies tidak sampai gatal-gatal atau bahkan jatuh sakit. Kalau yang ini sih, kayaknya cocok juga buat Eggi Sudjana.

 

Teh Thailand Bisa Mengurangi Risiko Kolesterol Tinggi

Karena bisa mengurangi jumlah kolesterol lemak dalam aliran darah, teh Thailand juga manjur untuk mengurangi risiko kanker, diabetes, stroke, serta serangan jantung. Sehingga, minuman ini aman dikonsumsi mereka yang terlanjur menjalani pola hidup tidak sehat.

Dalam kasus Om Anies, ancaman kesehatan semacam ini bisa jadi menyerang beliau kala merealisasikan integrasi angkutan umum Jakarta. Kan bahaya, kalau tiba-tiba Om Anies terkena stroke atau serangan jantung saking syoknya dihadapkan dengan nyali tembok preman penguasa angkutan umum Jakarta. Semoga saja, Kak Sandi juga rajin mengajak Om (Ca)gub senam biar kebugaran tubuhnya selalu terjaga.

  

Teh Thailand Bisa Menyingkirkan Mata Panda

Fakta satu ini lebih sangar lagi. Selain diminum, teh Thailand juga bisa dijadikan kompres untuk mengurangi peradangan mata. Peradangan yang biasa disebut ‘mata panda’ ini kerap mendekorasi wajah sewaktu pemiliknya mengalami gangguan mata, atau lebih lazim lagi, kurang tidur.

Ramuan teh Thailand ini berarti juga harus siap di sisi Om Anies. Terutama di saat pusing-pusingnya beliau mencari siapa-siapa yang mau membantunya bagi-bagi rumah DP 0 rupiah. Kalau nggak begadang cari permodal, ya paling begadang menanggapi rakyat yang protas-protes, “Kok syarat dan ketentuannya banyak?”

 

Yah… Begitulah. Pokoknya penulis tetap ngotot kalau minum Thai tea itu nggak cuma gaul, tapi juga banyak faedahnya. Yang penting Thai tea-nya beneran, bukan yang KW.

Previous ArticleNext Article

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penobatan untuk Jentelmen Pemilu 2019 0 168

Pemilu sudah lewat hampir seminggu. Hasil hitung resmi dari KPU masih ditunggu. Tapi hasil hitung cepat yang muncul dan dibahas secara berlebihan di tipi-tipi sudah bisa bikin sebagian bersorak atau sebagian lain menangis tergugu.

Kontestasi boleh selesai, tapi kadang rakyat kita susah lepas dari polarisasi. Di tengah pertengkaran dan tuduh-tuduhan, kita tidak boleh lupa bahwa di balik Pemilu 2019, terdapat sosok-sosok keren yang patut kita beri penghargaan. Berikut ini adalah daftar nominasi penobatan gelar “gentleman” pada Pemilu 2019

 

Sandiaga “Ganteng” Salahuddin Uno

Bagaimana tidak? Sebanyak 1.550 titik kampanye di Indonesia sudah ia kunjungi. Publik harus mencatat effort menyapa dan menjadi idola emak-emak ini pencapaian luar biasa. Ia juga telah menjual saham dan merugi banyak demi membiayai kampanye. Bahkan di puncak akhir perjuangannya, ia terkena serangan cegukan persis setelah hasil survei hitung cepat menunjukkan dirinya dan Prabski kalah.

Walau demikian, ia adalah orang paling kuat se-Indonesia. Dari sekian banyak penderitaan yang menimpanya, dia tetap saja ganteng, kaya, beristri cantik, dan terkenal. Dia adalah inspirasi para proletar agar senantiasa pantang menyerah dalam berjuang. Atau barangkali kemujurannya adalah takdir dari Sang Kuasa.

 

Agus Harimurti Yudhoyono alias AHaYe

Penerus trah eSBeYe ini citranya sempat hancur di Pilkada DKI 2017. Namun ini semata-mata karena ibu-bapake sing melok ae. Idenya untuk bikin rumah apung masih jadi catatan visi paling terkenang sepanjang sejarah Pilkada. Tapi harus diakui, usahanya untuk bangkit dan membangun kembali serpihan citra dirinya yang tercecer itu harus diacungi jempol.

Kini, ia mulai merintis dan membangun citra baik sebagai sosok yang berwibawa, dan ini yang paling penting: ganteng. Jawaban-jawabannya bijak dan santun saat dihadapkan pada fakta lembaga survei, yang (katanya) menyatakan koalisinya kalah berperang. Pengalaman militer dan beberapa tahun kejeblos di politik menjadi guru yang berharga buatnya.

Selain dinobatkan sebagai “gentleman” Pemilu 2019, mari kita nobatkan dia sebagai lawan paling menyeramkan di 2024 kelak. Kita tunggu performamu Mas!

 

Nicholas Saputra

Sosok ini adalah yang paling unggul dari pria-pria lainnya. Elektabilitasnya di 17 April melebihi lembaga-lembaga survei quick count manapun. Walau terkenal sebagai pebinor sejak “AADC” hingga “Adu Rayu”, gak ngurus, yang penting dia tetep ganteng lagi tepat janji.

Dia menghapus foto selfie pertama sepanjang hidupnya di Instagram dalam waktu 1×24 jam. Janji itu ia tepati sesuai caption foto yang ia tuliskan sendiri.

Tapi yang pasti, momen itu jadi 24 jam terindah dan susah dilupakan dalam hidup wanita-wanita bangsa ini. Maka jadilah hari itu dikenang sebagai hari “gerakan screenshoot foto Nicholas” tingkat nasional.

 

Demikianlah deretan laki-laki pengisi nominasi penobatan “gentleman” Pemilu 2019. Pengumuman pemenang telah dilakukan dan berlaku sampai selama-lamanya. Adapun jika pembaca memiliki deretan pria ganteng dan gagah lainnya, bisa ditambahkan melalui kolom komentar.

“Hepi Ending” Drama Pilpres 2019 1 249

Oleh: Michelle Florencia*

Akhirnya, drama panjang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 nan panas—tidak, tidak sepanas hawa Surabaya—dan menguras emosi serta energi ini sudah memasuki babak akhir. Akhirnya saat-saat yang begitu dinanti datang juga. Pada tanggal 17 April 2019, rakyat Indonesia Raya akhirnya menyumbangkan partisipasi dan suaranya di TPS.

Sedikit trobek, kisah drama “Jokowi vs. Prabowo Jilid 2” ini memiliki konflik yang rumit. Permusuhan diwarnai dengan saling adu kritik, manuver para aktor politik, saling lempar hoaks, dan hingga para pendukung kedua paslon, Cebong dan Kampret ikutan ribut di sosial media. Belum lagi media milik politisi terus-terusan mengompori situasi ini. Tak heran, kisah panjang ini membuat segelintir orang begitu penat, lebih penat daripada menonton kisah dua sejoli fenomenal Fitri dan Farrel.

Bak kisah drama lainnya, Pilpres 2019 ini berakhir dengan bahagia. Bagaimana tidak? Kedua paslon yang berseteru itu menang! Luar biasa sekali, barangkali hanya Indonesia yang bisa punya dua pemenang untuk kursi nomor satu di pemerintahannya

Tidak sia-sia keduanya melakukan effort yang luar biasa. Keliling Indonesia Raya, meninggalkan jabatan (Ma’ruf Amin meninggalkan jabatan ketua MUI dan Sandiaga Uno meninggalkan jabatan Wagub DKI Jekardah) untuk PDKT ke partai sana-sini, belusukan ke pasar-pasar sambil wawancara emak-emak, hingga yang terberat: abang ganteng Sandiaga Uno mengikhlaskan rekeningnya terkuras hingga puluhan miliar demi amanah rakyat. Alhamdulillah. Sungguh terbayar usaha Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo-Sandi.

Jokowi-Ma’ruf Amin dinyatakan menang dalam perhitungan cepat dari enam lembaga survei di Indonesia, yaitu Litbang Kompas, Indo Barometer, LSI Denny JA, CSIS-Cyrus, Charta Pollitika, dan Konsepindo. Dari survei-survei ini, banyak yang menanggap Jokowi-Ma’ruf Amin menjadi pemenang tunggal dalam kontestasi ini. Media interneisyenel seperti CNN sudah memberitakan bahwa Jokowi-Ma’ruf akan menjabat sebagai Presiden dan Wakil Presiden selanjutnya.

Haduh, sungguh kasihan mereka hanya mengetahui kebenaran setengah-setengah. Padahal, pemenangnya kan ada dua!

Prabowo-Sandi juga mendeklarasikan kemenangannya dalam Pemilu tahun ini. Tak main-main, deklarasi itu dilakukan sebanyak tiga kali! Mohon maaf, Cebong jangan sok mencibir presiden kita! Beliau menang berdasarkan REAL COUNT yang dilakukan oleh tim internal Badan Pemenangan Nasional. Sekali lagi, REAL COUNT! Jokowi mah apa atuh, cuma menang berdasarkan quick count.

Dari real count dari BPN yang disebut Mbah Amien Rais sebagai “survey diam-diam itu”, Prabowo-Sandi mendapat suara sebesar 62%. Mungkin kita tahunya real count itu hanya dilakukan oleh KPU, ya? Yasudahlah, presiden mah bebas! Tapi sayang sekali, belum satupun pemimpin negara lain yang menelpon Pak Prabowo untuk mengucapkan selamat meski sudah tiga kali mendeklarasikan kemenangannya. Mungkin PR Prabowo-Sandi sekarang adalah menjadi lebih gercep mengabarkan kemenangan ini kepada media luar.

Karena ada dua pemenang, mari kita beri saran bagaimana baiknya mereka harus memimpin. Kedua kubu kelompok baiknya bergantian shift seperti penjaga toko di mol. Jokowi-Ma’ruf Amin shift pagi, Prabowo-Sandi shift malam. Biar adil. Selain itu, Jokowi-Ma’ruf Amin baiknya mengurusi perihal infrastruktur, agama, dan revolusi mental, sementara Prabowo-Sandi akan mengurusi perekonomian, pertahanan, dan pertambangan. (Ini mimpin negara kenapa kayak kerja kelompok, sih?!)

Bayangkan bila hal di atas terjadi beneran! Seperti slogan kita, yakni gotong royong, ini Jokowi bisa menyelesaikan pekerjaannya dengan mudah dengan bantuan Prabowo. Pokoknya tetap harus menjaga ketertiban, perdamaian, dan tak terpancing provokasi! Okurrr!

 

*Tumbuh dan besar di Lombok, penulis sekaligus mahasiswi ini merantau ke Surabaya. Tak diketahui ihwal single-tidaknya. “Er Ha Es kak”, tukasnya.

Editor Picks