Pledoi Kontroversi Arifin Ilham untuk Jomblo Sakit Hati 0 2587

Bayangkan menghadapi enam mertua!

Itu sebabnya kami menghimbau harap maklum. Di awal tulisan tegas-tegas musti diminta permakluman atas kontroversi istri-istri al mukarom Ustadz Arifin Ilham: ini semua kerjaan jomblo sakit hati. Tak ada yang mampu memberi luapan amarah dan kecewa sedahsyat itu atas poligami, kecuali dari orang-orang yang telanjur sempit hatinya dan tak terlatih menghadapi kenyataan.

Dalam video di laman resmi facebook-nya, Ustadz menulis: “Bersama 3 bidadari, putri Aceh, putri Yaman dan putri Sunda, janda 37 th dg 2 anak saat Liqo Tarbiyyah”. Pujian yang mesra bin asoy ini rupanya yang membetot batin jomblo mencelat keluar. Mereka ini tak tahu sulitnya mendamaikan kerikuhan di antara banyak mertua!

Lagipula, memangnya peraturan apa yang dilanggar oleh pak Ustadz? UU Perkawinan, Kompilasi Hukum Islam, UU Perlindungan Anak, KUHP, apalagi hukum agama Islam, jelas-jelas tak mampu menggaris-batasi poligami. Negeri kita ini, pembaca yang baik, memang menyediakan bahan baku cukup lengkap pada laki-laki untuk lebih “aktif” kawin, dibanding perempuan. Jika kita ingat situs nikahsirri.com, betapa di sana memantulkan pertanda amat serius bahwa kuasa laki-laki tak bisa dibantah. Embel-embel pengentasan kemiskinan hanyalah satu saja dari sederet lain yang membaptis laki-laki sebagai yang serba nomor satu dalam skema kekuasaan patriarkhis.

Apalagi ditolong oleh legitimasi ayat-ayat agama: bahkan lurah, camat, gubernur, sampai PBB sekalipun akan mikir seribu kali sebelum nyinyir pada Ustadz kita yang bersuara kharismatis ini.

Privilese istimewa ini diwariskan sejak rumusan hukum Islam masuk ke hukum positif Indonesia pada masa Orde Baru, dimulai dari Keputusan Bersama Ketua Mahkamah Agung dan Menteri Agama tanggal 21 Maret 1985 No. 07/KMA/1985 dan No. 25 Tahun 1985 tentang Penunjukan Pelaksanakan Proyek Pembangunan Hukum Islam. Situasi ini masuk akal andai kita bisa menengok betapa antara kelompok Islam dan rezim Orba saling membangun hubungan antagonistik satu sama lain. Salim Said (2015) melihat jika Negara sesungguhnya tak menghendaki bangkitnya kekuatan politik Islam, tapi pada saat yang sama Negara masih memerlukan dukungan kuat kelompok Islam. Komprominya: masukkan nilai-nilai agama mayoritas ini ke dalam rumusan hukum positif. Yang tak diduga dari skenario ini, dari sinilah nanti ustadz-ustadz Negara api menyerang.

Generasi kita memanen kesemberonoan sejarah masa lalu itu. Maka jika kini orang dibikin bingung oleh mengapa debat poligami tak jua tuntas, atau mengapa peraturan sangat tak berpihak pada perempuan, atau mengapa jumlah jomblo akhirnya membeludak tak keruan, maka itu soal-soal masa lampau.

Sering juga debat poligami ditutup dan dikunci dengan pernyataan “yang penting perempuan rela” atau “yang penting suami bisa berlaku adil” (prasamu pegadaian). Sampai di sana biasanya jomblo-jomblo ngenes itu tak punya pilihan argumentasi lain kecuali meratap-ratapi.

Oh ya hampir lupa, resep mengatasi ini sesungguhnya telah ada pada lagu lawas band Geisha: lumpuhkanlah ingatanku.

 

Manusia Seri

Selain itu, coba hitung ada berapa kasus terkait poligami yang bersifat hangat-hangat tembelek ayam? Mulanya kontroversial, dihajar dan dihakimi beramai-ramai, tapi lalu pelan-pelan dilupakan. Untuk urusan pelan-pelan dilupakan ini, mirip sekali dengan karakter jomblo bukan?

Pendek kata, pembaca musti cerdas dalam menerka keadaan macam ini. Telah berkali-kali terjadi dan berkali-kali di-bully, tapi negeri dan bangsa masih aman sentausa. Artinya, jangan-jangan soal paling besar dari ruwetnya perdebatan poligami ini ada pada kita sendiri. Jean Paul Sartre (nama orang Perancis, cara bacanya wajib sengau) menyebut karakter macam begini sebagai “manusia seri”, tipikal orang yang cerewet bukan main tapi tak mampu mengubah keadaan. Jomblo-jomblo boleh teriak hingga inthil-inthil di tenggorokannya lepas, tapi toh Ustadz dengan harem-nya masih akan sehat-sehat saja.

Bergurulah pada ahlinya. Jangan sok nyinyir padahal dalam sanubari sebetulnya penuh lubang iri. Ngajilah pada pak Ustadz, datang ke majelis taklim, siapa tau ada janda tersesat yang bisa dipinang.

Hendak berharap Negara akan bisa membatasi ruang gerak laki-laki? Ngimpi!

 

Previous ArticleNext Article

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Semua Akan Korea Pada Waktunya, Tapi Gak Gini Juga 0 249

*) Ilustrasi oleh: Celine Anjanette

 

“Semua akan Korea pada waktunya”, begitulah kalimat yang dapat mewakili kondisi masyarakat negara +62.

Sempat menghina K-pop-ers dengan sebutan alay karena dianggap mengidolakan artis-artis negeri ginseng, kini wajah mulus tak bercela para artis Korea ramai kita jumpai di iklan-iklan merek lokal. Bisa dibilang para artis Korea tersebut dijadikan koentji dalam marketing produk dan jasa.

Kapan hari, internet diguncang berita aktris Felicya Angelista yang diwujudkan ngidamnya oleh sang suami untuk video call bersama pemeran Mas Mafia Vincenzo, Song Joong Ki (baca lagi: Wajah Ganteng Song Joong Ki dan Tabiat Penonton Drama Korea).

Usai viral karena dianggap fan yang beruntung, muncullah berita aktor “Space Sweepers” tersebut didapuk sebagai brand ambassador skinker milik Felicya, Scarlett Whitening. Hancik, cuma marketing ternyata. Hampir bersamaan, muncul lagi berita yang menyebutkan bahwa boy group TREASURE akan menjadi brand ambassador bimbingan belajar online “penguasa” stasiun televisi kita, Ruangguru.

Pemilihan artis Korea sebagai brand ambassador merek lokal bukanlah hal baru.  Tahun 2016 silam, aktor “The Heirs” Lee Min Ho didapuk jadi brand ambassador Luwak White Koffie. Kemudian, cara ini diikuti oleh Mie Sedap yang menjadikan Siwon “Super Junior” sebagai brand ambassador-nya untuk mempromosikan mie rasa ayam pedas korea. Lalu, disusul Tokopedia yang membuat kita ter-kamcagiya (kaget) dengan menggandeng boy group terpopuler segalaksi bima sakti dalam promosinya.

Memang menggandeng artis Korea bisa menjadi jalan ninja untuk mempopulerkan merek produk atau jasa. Merek tersebut akan seketika menjadi buah bibir para fans artis Korea, baik membicarakan artis idola mereka atau sangking tajir melintirnya perusahaan tersebut.

Buktinya, permen Kopiko selalu menjadi buah bibir dan viral setiap permen rasa kopi tersebut muncul di adegan-adegan drama Vincenzo dan Mine. Benar-benar tidak rugi setelah menggelontorkan miliyaran rupiah!

Selain menjadi populer, produk atau jasa dijamin akan laris manis setelah memilih artis Korea sebagai bintang iklan mereka. Itu karena kesetiaan para fans artis Korea untuk mendukung artis idola mereka yang tidak dapat diragukan lagi.

Masih ingat kan dengan kasus antre menu BTS Meal dari McDonald’s? Jangankan dijadikan bintang iklan, lha wong barang yang “nampil” di siaran langsung artis Korea saja bisa ludes dibeli para fans.

Mungkin Korean celebrity endorsement bisa menjadi marketing tool yang sangat efektif, tapi mbok ya artisnya disesuaikan dengan mereknya. Misalnya, pemilihan boy group TREASURE sebagai brand ambassador Ruangguru. Jujurly, menurut saya sangat aneh karena boy group ini tidak memiliki sangkut paut dengan dunia pendidikan.

Masih banyak artis yang terkenal memiliki prestasi akademik semasa sekolah seperti Cha Eun Woo “ASTRO” atau Giselle “aespa” yang lebih bisa merepresentasikan merek tersebut.

Dan anehnya lagi, produk dan jasa yang memakai artis Korea tersebut tidak merambah pasar Koerea Selatan. Saya bisa memaklumi Kopiko yang mengeluarkan uang miliyaran rupiah untuk menjadi sponsor beberapa drama korea, karena mereka memang memasarkan kopi tersebut ke sana.

Tapi, bagaimana dengan Scarlett Whitening? Apakah Anda yakin wajah putih mulus Song Joong Ki didapat dari memakai produk tersebut, lha wong produknya aja tidak ada di sana.

Meski menjadi marketing tool yang efektif, saya berharap Korean celebrity endorsement ini tidak dijadikan tren yang “wajib” diikuti. Masih banyak, kok artis Indonesia yang mampu merepresentasikan sebuah merek, apalagi untuk menjadikan iklan menjadi viral.

Contohnya  pemilihan komika Babe Cabita sebagai brand ambassador menjadikan iklan MS Glow menjadi viral. Meski banyak yang sewot karena Babe Cabita kurang ganteng, tapi menurut iklan tersebut sangat realistis dan relatable. Karena, wajah Babe Cabita yang lebih glowing seusai menggunakan produk MS Glow jauh lebih bisa dipercaya dari pada wajah mulus Song Joongki usai menggunakan skinker lokal, hehe.

 

 

Panduan Killing Time 12 Tahun untuk yang Terkasih, Pak Juliari 0 252

*) Ilustrasi oleh: Tiara Sakti Ramadhani

 

Majelis hakim Pengadilan Tipikor sudah ketok palu vonis terhadap mantan Mensos Juliari Peter Batubara 12 tahun penjara dan denda 500 juta subsidair 6 bulan kurungan. Juliari terbukti sah menerima suap 10 ribu rupiah per bansos alias 32,4 M kalo dikumpulin.

Kami gak mau membuli seperti yang mahabenar tuan dan nyonya netijen. Kami tahu, betapa tersiksa batin Pak Juliari yang kami kasihi. Kalo katanya arek-arek saiki: sudah kena mental.

Apalagi, Bapak sempat memohon belas kasih buat meringankan hukuman, karena tak bisa membayangkan akan meninggalkan anak istri di rumah. Sungguh sebuah teladan family man bagi kaum penerus bangsa. Poin ini lebih membuat kami tak tega menambah-nambahi beban Bapak dengan sumpah serapah (karena porsi itu sudah diamalkan netijen dengan sebaik-baiknya).

Untuk itu, pada kesempatan ini, kami justru ingin memberi sejumlah saran: panduan mengisi waktu selama nanti di kurungan. Tujuannya tentu agar Bapak tidak cepat bosan.

Panduan ini kami rasa manjur buat Bapak. Karena, sebagian besarnya sudah kami lakukan selama 1,5 tahun ke belakang, yang harus banyak-banyak di rumah karena terdampak pandemi (dan terdampak dapet bansos kualitas jelek gara-gara anggarannya dipotong).

Ini yang pertama, Pak. Bapak tentu ingat kopi dalgona yang sempat tenar itu. Sudah lama sekali tren membuatnya ditinggalkan dengan begitu cepat. Ada baiknya tren ini dihidupkan kembali.

Ikuti panduannya ya, Pak! Campurkan kopi hitam sachet pahitnya kehidupan dengan air panasnya neraka bagi koruptor. Kemudian aduk terus menerus dengan rasa ego sampai berbusa dan meluapkan keserakahan. Terakhir, letakkan buih kopi itu di atas segelas susu Bear Brand yang masih aja 15 ribu sampe sekarang. Selamat menikmati!

Cara ini cukup mudah Pak. Kami rasa, meminta kopi dan susu ke sipir penjara bukan suatu hal yang neko-neko kok. Pasti dikabulkan. Wong minta kamar VIP aja (udah pasti) dilayani kan, hehehehe.

Kedua, era pandemi ini eranya webinar, Pak. Hidup ini gak afdol kalo belum ikut webinar, minimal sekali seminggu. Tentu posisi Bapak bukan sebagai peserta yang cuma nunut “izin nyimak”. Pak Juliari mah pantesnya narasumber utama, keynote speaker.

Tema yang cocok tentu: “Say No to Korupsi!”. Masyarakat di Indonesia kita tercinta ini Pak, lebih percaya testimoni daripada hasil riset, soalnya mereka males baca. Kita lebih suka motivasi dari mereka yang telah berpengalaman dan sukses, ya seperti Bapak ini.

Materinya sederhana, Pak. Boleh dilengkapi power point yang eye-catching biar keliatan berkredibel. Inti pembicaraannya cuma ini: “Sumpah gais, dipenjara itu gak enak. Plis jangan korupsi! Ini gak di-endorse ya. Real testi”

Sasaran peserta buat webinar ini luas banget, Pak. Mulai dari pejabat rt-rw, sampai lingkaran pertama kayak jabatan terdahulu Bapak. Materinya bakal relateable. Dan semoga mampu menyadarkan mereka biar kapok korupsi. Yah, meskipun kalimat terakhir ini kayaknya utopis hehe.

Ketiga, coba deh, Pak, mulai nonton drama korea. Atau kalau langkah itu masih terlalu ekstrem buat Bapak, minimal nonton video klip boyband dan girlband korea. Saya jamin sih nagih, pengen lagi, pengen terus.

Bapak juga harus ingat, sebagian dari netijen kita ini penggemar apa-apa yang berbau Korea, Pak. Apapun yang trending nomer 1 di Twitter sudah pasti adalah hasil cuitan akun berfoto idol Kpop yang substansinya gak nyambung sama sekali sama topik yang lagi dibicarakan. Itu sudah pertanda seberapa menguasainya populasi mereka di alam dunia maya.

Artinya, ini bisa jadi langkah strategis Bapak untuk menguasai mereka. Mulai dengan menyukai apa yang mereka sukai, dekati, rayu, dan jadi akrab sama mereka. Bila perlu, kita bisa bikin ruang diskusi di Clubhouse yang bahas soal drakor terbaru, Pak.

Hukuman Bapak cuma empat tahun untuk tidak dipilih dalam jabatan publik. Empat tahun itu cuma kurang dari 1 periode presiden, Pak. Bentar itu, mah. Selanjutnya, netijen Korean wave yang sudah mencintai Bapak, tetap bisa menghantarkan Bapak ke kursi tertinggi di dunya ini.

Yah kalo impian ini sulit terwujud, setidaknya Bapak nanti tinggal ganti nama jadi JPB, bikin Youtube, dan bismillah komisaris BUMN.

Demikian panduan ini dibuat dengan sepenuh hati Pak. Kami percaya Bapak pasti bisa melalui cobaan ini semua dengan kepala tegak dan kebanggaan di dada. Kalo kami aja bisa melakukan hal-hal ini selama setahun di rumah aja, Bapak juga pasti bisa, tinggal dikaliin 12.

Editor Picks