Tipologi Dosen Menurut Kamus Maha-student 0 2595

Bukan hanya Surabaya yang panasnya seperti neraka. Mau diberi pendingin ruangan sampai suhu kutub utara pun, ruang kelas kuliah bisa menganiaya lebih hebat daripada siksaan kekal itu. Pembaca tahu, sesungguhnya para sarjana yang baru diwisuda dan menyebar foto di Instagram dengan selempang bertuliskan gelar itu tak sebahagia nampaknya. Jika ditarik sejarah hidupnya, dia hampir pasti bersungut-sungut setiap masuk pintu ruang kelas, memaki-maki ketika jadwal bimbingan tak kunjung menemui garis akhir penundaan.

Di tengah perjalanannya, maha-student yang digambarkan kece di sinetron Indonesia itu sesungguhnya membenci rutinitasnya. Konstruksi status maha-agung sebagai agen perubahan itu mungkin hanya hikayat. Sebab, kelulusan terkadang hanya formalitas demi mengejar akreditasi dan hampalah usaha-usaha ingin lulus cum laude itu. Sementara itu, mahasiswa suka mengerjakan tugas secara kolektif asal nunut nama dan setor wajah di hadapan dosen sambil memikirkan wajah gebetan di tengah perkuliahan.

Eits, jangan salahkan mahasiswa terus! Mau berapa banyak dusta lagi yang kau berikan pada mereka setelah cap ‘tukang demo’ yang bertubi-tubi itu?

Bisa jadi, mahasiswa yang perilakunya suka aneh-aneh di dalam ruang kelas merupakan aksi nyata mengganyang dosen yang pantas mendapatkannya. Misalnya dengan sikap gelisah, goyang-goyangkan kaki, bolak-balik badan melihat jam dinding, klik-klik layar handphone (persetanlah sekalipun gak ada yang ngechat).

Karena, tak hanya dosen yang mampu mengklasifikan kelompok mahasiswa yang pintar dan kurang pintar (untuk menerapkan eufemisme atas ‘goblok’). Para mahasiswa juga membuat tipologi dosen dalam gerakan bawah tanah. Berikut ini barangkali hirarki tipikal dosen mulai dari yang mampu menggaet hati mahasiswa, sampai yang (mungkin) gak bakal ditoleh blas.

Tipe sahabat super. Tipe dosen ini bisa masuk hirarki tertinggi bagi mahasiswa yang terlalu depresi sebab rumitnya kuliah serta polemik cinta beda agama. Mereka mengoleksi kutipan-kutipan motivasional dari gugel dan makin bersyukur jika dosennya mampu melengkapi kebutuhan peneguhan iman ini. Di tengah-tengah ribetnya pemikiran kritis, selipan kata-kata mutiara bisa menyegarkan. Selain itu, dapat memenuhi kriteria pendidik yang mengutamakan nilai moral (dengan semboyan excellence with morality).

Jenis wejangan bisa variatif mulai dari sejarah hidup, religiusitas, keuangan, hingga asmara. Atau bisa jadi, motivasi diberikan dengan unjuk prestasi (dengan sedikit dosis pamer). Segala penghargaan, karya ilmiah, pengalaman konferensi dan jalan-jalan keluar negeri mendapat jatah tayang prioritas dalam kelas (mengalahkan materi kuliah).

Tipe penyiar radio. Dosen tipe ini tak jelas porsinya di hati mahasiswa. Ia bisa jadi kutuk sekaligus berkah. Saat jam kuliah di momen kurang ajar (sebut saja kuliah di jam yang enak untuk bobok cantik alias jam guoblok), suara mereka yang merdu sungguh syahdu sebagai penghantar tidur. Atau bisa semakin membawa berkah ketika si dosen terus ngecepret tanpa peduli, memperindah proses komunikasi dengan teman sebelah, atau menjadi backgournd song proses pdkt sejoli yang suka duduk di sudut tersepi kelas. Berubah jadi kutuk, karena suara yang mendayu-dayu itu sialnya tak kunjung selesai sampai tiga sks.

Tipe srimulat. Tipe ini setidaknya membuat kelas jadi ceria tak hanya di bulan September seperti kata Vina Panduwinata. Bakat humoris seseorang memang tidak bisa disembunyikan (dan terkadang sampai kelewatan). Untuk menjelaskan pelajaran, si dosen bisa jatuh-bangun hingga jungkir-walik melucu, pokoknya jatah jam kuliah terpenuhi dan dia (seakan) gak makan gaji buta. Masalah materinya tersampaikan atau tidak, itu urusan nanti saja. Yang pasti, memberi soal ujian sulit itu tetap kewajiban untuk menyiksa mahasiswa.

Tipe anggota dewan. Secara artifisial, tipe ini mungkin jadi pemenang di hati para maha-student. Dosen jenis ini semakin mengamini tradisi ngaret yang dianut khalayak umum. Mereka memberi kesempatan bagi para mahasiswa yang khilaf bangun kesiangan dan terlambat (walau khilafnya setiap hari). Begitu masuk kelas kelewat sejam dari jadwal sesungguhnya, sekonyong-konyong ia sudah bersabda “Mohon maaf hari ini kelasnya gak bisa lama karena setelah ini saya masih ada jadwal lagi”.

Atau, kelas dibatalkan sepuluh menit sebelum pelaksanaan. Atau, karena saking sibuknya, sampai dua jam tega membuat mahasiswa menunggu dalam ketidakpastian, kelas dinyatakan bubar tanpa kabar. Siapa yang tak jatuh hati dengan dosen murah hati seperti ini? Dosen dengan mobilisasi tinggi seperti anggota dewan pengabdi rakyat ini tentu saja jadi idola semua idola.

Tipe penata busana. Untuk tipe yang satu ini, tidak ada yang bisa mengkudeta posisinya dalam stratifikasi terwahid. Mimbar akademis ibarat catwalk. Dosen jenis ini mengajarkan nilai ‘dress like you will meet your enemy today’, mengingat penampilan fisik adalah kesuksesan utama dalam lobi bisnis dan mencari jodoh. Ketika masuk kelas, hal pertama dalam benak para mahasiswa adalah “Gilak sepatunya trendy banget, beli di mana ya?”. Tinggal ganti saja kata ‘sepatu’ dengan baju, celana, cardigan, tas, kacamata, jam tangan, hingga tusuk konde setiap harinya.

Seluruh tipe dan urutan stratifikasi tentu saja bersifat cair. Seorang dosen bisa jadi memenuhi dua atau tiga kategori sekaligus, membuatnya akan dinilai semakin pantas disimak perkuliahannya, atau malangnya semakin dibuang dari list dosen favorit. Tipe-tipe dalam stratifikasi ini dapat bertambah dan berkurang, tergantung dengan suasana hati maha-student yang maha-labil.

Akhir kata, kami ucapkan selamat bertarung memperebutkan posisi tertinggi dalam stratifikasi maha-keji ini, wahai dosen!

Previous ArticleNext Article

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Semua Akan Korea Pada Waktunya, Tapi Gak Gini Juga 0 249

*) Ilustrasi oleh: Celine Anjanette

 

“Semua akan Korea pada waktunya”, begitulah kalimat yang dapat mewakili kondisi masyarakat negara +62.

Sempat menghina K-pop-ers dengan sebutan alay karena dianggap mengidolakan artis-artis negeri ginseng, kini wajah mulus tak bercela para artis Korea ramai kita jumpai di iklan-iklan merek lokal. Bisa dibilang para artis Korea tersebut dijadikan koentji dalam marketing produk dan jasa.

Kapan hari, internet diguncang berita aktris Felicya Angelista yang diwujudkan ngidamnya oleh sang suami untuk video call bersama pemeran Mas Mafia Vincenzo, Song Joong Ki (baca lagi: Wajah Ganteng Song Joong Ki dan Tabiat Penonton Drama Korea).

Usai viral karena dianggap fan yang beruntung, muncullah berita aktor “Space Sweepers” tersebut didapuk sebagai brand ambassador skinker milik Felicya, Scarlett Whitening. Hancik, cuma marketing ternyata. Hampir bersamaan, muncul lagi berita yang menyebutkan bahwa boy group TREASURE akan menjadi brand ambassador bimbingan belajar online “penguasa” stasiun televisi kita, Ruangguru.

Pemilihan artis Korea sebagai brand ambassador merek lokal bukanlah hal baru.  Tahun 2016 silam, aktor “The Heirs” Lee Min Ho didapuk jadi brand ambassador Luwak White Koffie. Kemudian, cara ini diikuti oleh Mie Sedap yang menjadikan Siwon “Super Junior” sebagai brand ambassador-nya untuk mempromosikan mie rasa ayam pedas korea. Lalu, disusul Tokopedia yang membuat kita ter-kamcagiya (kaget) dengan menggandeng boy group terpopuler segalaksi bima sakti dalam promosinya.

Memang menggandeng artis Korea bisa menjadi jalan ninja untuk mempopulerkan merek produk atau jasa. Merek tersebut akan seketika menjadi buah bibir para fans artis Korea, baik membicarakan artis idola mereka atau sangking tajir melintirnya perusahaan tersebut.

Buktinya, permen Kopiko selalu menjadi buah bibir dan viral setiap permen rasa kopi tersebut muncul di adegan-adegan drama Vincenzo dan Mine. Benar-benar tidak rugi setelah menggelontorkan miliyaran rupiah!

Selain menjadi populer, produk atau jasa dijamin akan laris manis setelah memilih artis Korea sebagai bintang iklan mereka. Itu karena kesetiaan para fans artis Korea untuk mendukung artis idola mereka yang tidak dapat diragukan lagi.

Masih ingat kan dengan kasus antre menu BTS Meal dari McDonald’s? Jangankan dijadikan bintang iklan, lha wong barang yang “nampil” di siaran langsung artis Korea saja bisa ludes dibeli para fans.

Mungkin Korean celebrity endorsement bisa menjadi marketing tool yang sangat efektif, tapi mbok ya artisnya disesuaikan dengan mereknya. Misalnya, pemilihan boy group TREASURE sebagai brand ambassador Ruangguru. Jujurly, menurut saya sangat aneh karena boy group ini tidak memiliki sangkut paut dengan dunia pendidikan.

Masih banyak artis yang terkenal memiliki prestasi akademik semasa sekolah seperti Cha Eun Woo “ASTRO” atau Giselle “aespa” yang lebih bisa merepresentasikan merek tersebut.

Dan anehnya lagi, produk dan jasa yang memakai artis Korea tersebut tidak merambah pasar Koerea Selatan. Saya bisa memaklumi Kopiko yang mengeluarkan uang miliyaran rupiah untuk menjadi sponsor beberapa drama korea, karena mereka memang memasarkan kopi tersebut ke sana.

Tapi, bagaimana dengan Scarlett Whitening? Apakah Anda yakin wajah putih mulus Song Joong Ki didapat dari memakai produk tersebut, lha wong produknya aja tidak ada di sana.

Meski menjadi marketing tool yang efektif, saya berharap Korean celebrity endorsement ini tidak dijadikan tren yang “wajib” diikuti. Masih banyak, kok artis Indonesia yang mampu merepresentasikan sebuah merek, apalagi untuk menjadikan iklan menjadi viral.

Contohnya  pemilihan komika Babe Cabita sebagai brand ambassador menjadikan iklan MS Glow menjadi viral. Meski banyak yang sewot karena Babe Cabita kurang ganteng, tapi menurut iklan tersebut sangat realistis dan relatable. Karena, wajah Babe Cabita yang lebih glowing seusai menggunakan produk MS Glow jauh lebih bisa dipercaya dari pada wajah mulus Song Joongki usai menggunakan skinker lokal, hehe.

 

 

Panduan Killing Time 12 Tahun untuk yang Terkasih, Pak Juliari 0 252

*) Ilustrasi oleh: Tiara Sakti Ramadhani

 

Majelis hakim Pengadilan Tipikor sudah ketok palu vonis terhadap mantan Mensos Juliari Peter Batubara 12 tahun penjara dan denda 500 juta subsidair 6 bulan kurungan. Juliari terbukti sah menerima suap 10 ribu rupiah per bansos alias 32,4 M kalo dikumpulin.

Kami gak mau membuli seperti yang mahabenar tuan dan nyonya netijen. Kami tahu, betapa tersiksa batin Pak Juliari yang kami kasihi. Kalo katanya arek-arek saiki: sudah kena mental.

Apalagi, Bapak sempat memohon belas kasih buat meringankan hukuman, karena tak bisa membayangkan akan meninggalkan anak istri di rumah. Sungguh sebuah teladan family man bagi kaum penerus bangsa. Poin ini lebih membuat kami tak tega menambah-nambahi beban Bapak dengan sumpah serapah (karena porsi itu sudah diamalkan netijen dengan sebaik-baiknya).

Untuk itu, pada kesempatan ini, kami justru ingin memberi sejumlah saran: panduan mengisi waktu selama nanti di kurungan. Tujuannya tentu agar Bapak tidak cepat bosan.

Panduan ini kami rasa manjur buat Bapak. Karena, sebagian besarnya sudah kami lakukan selama 1,5 tahun ke belakang, yang harus banyak-banyak di rumah karena terdampak pandemi (dan terdampak dapet bansos kualitas jelek gara-gara anggarannya dipotong).

Ini yang pertama, Pak. Bapak tentu ingat kopi dalgona yang sempat tenar itu. Sudah lama sekali tren membuatnya ditinggalkan dengan begitu cepat. Ada baiknya tren ini dihidupkan kembali.

Ikuti panduannya ya, Pak! Campurkan kopi hitam sachet pahitnya kehidupan dengan air panasnya neraka bagi koruptor. Kemudian aduk terus menerus dengan rasa ego sampai berbusa dan meluapkan keserakahan. Terakhir, letakkan buih kopi itu di atas segelas susu Bear Brand yang masih aja 15 ribu sampe sekarang. Selamat menikmati!

Cara ini cukup mudah Pak. Kami rasa, meminta kopi dan susu ke sipir penjara bukan suatu hal yang neko-neko kok. Pasti dikabulkan. Wong minta kamar VIP aja (udah pasti) dilayani kan, hehehehe.

Kedua, era pandemi ini eranya webinar, Pak. Hidup ini gak afdol kalo belum ikut webinar, minimal sekali seminggu. Tentu posisi Bapak bukan sebagai peserta yang cuma nunut “izin nyimak”. Pak Juliari mah pantesnya narasumber utama, keynote speaker.

Tema yang cocok tentu: “Say No to Korupsi!”. Masyarakat di Indonesia kita tercinta ini Pak, lebih percaya testimoni daripada hasil riset, soalnya mereka males baca. Kita lebih suka motivasi dari mereka yang telah berpengalaman dan sukses, ya seperti Bapak ini.

Materinya sederhana, Pak. Boleh dilengkapi power point yang eye-catching biar keliatan berkredibel. Inti pembicaraannya cuma ini: “Sumpah gais, dipenjara itu gak enak. Plis jangan korupsi! Ini gak di-endorse ya. Real testi”

Sasaran peserta buat webinar ini luas banget, Pak. Mulai dari pejabat rt-rw, sampai lingkaran pertama kayak jabatan terdahulu Bapak. Materinya bakal relateable. Dan semoga mampu menyadarkan mereka biar kapok korupsi. Yah, meskipun kalimat terakhir ini kayaknya utopis hehe.

Ketiga, coba deh, Pak, mulai nonton drama korea. Atau kalau langkah itu masih terlalu ekstrem buat Bapak, minimal nonton video klip boyband dan girlband korea. Saya jamin sih nagih, pengen lagi, pengen terus.

Bapak juga harus ingat, sebagian dari netijen kita ini penggemar apa-apa yang berbau Korea, Pak. Apapun yang trending nomer 1 di Twitter sudah pasti adalah hasil cuitan akun berfoto idol Kpop yang substansinya gak nyambung sama sekali sama topik yang lagi dibicarakan. Itu sudah pertanda seberapa menguasainya populasi mereka di alam dunia maya.

Artinya, ini bisa jadi langkah strategis Bapak untuk menguasai mereka. Mulai dengan menyukai apa yang mereka sukai, dekati, rayu, dan jadi akrab sama mereka. Bila perlu, kita bisa bikin ruang diskusi di Clubhouse yang bahas soal drakor terbaru, Pak.

Hukuman Bapak cuma empat tahun untuk tidak dipilih dalam jabatan publik. Empat tahun itu cuma kurang dari 1 periode presiden, Pak. Bentar itu, mah. Selanjutnya, netijen Korean wave yang sudah mencintai Bapak, tetap bisa menghantarkan Bapak ke kursi tertinggi di dunya ini.

Yah kalo impian ini sulit terwujud, setidaknya Bapak nanti tinggal ganti nama jadi JPB, bikin Youtube, dan bismillah komisaris BUMN.

Demikian panduan ini dibuat dengan sepenuh hati Pak. Kami percaya Bapak pasti bisa melalui cobaan ini semua dengan kepala tegak dan kebanggaan di dada. Kalo kami aja bisa melakukan hal-hal ini selama setahun di rumah aja, Bapak juga pasti bisa, tinggal dikaliin 12.

Editor Picks