Paling Tidak, Robot Tak Mengenal Baper 0 1149

Bayangkan, pas kita lagi enak-enak menyetir motor ke kampus, tiba-tiba dari kanan nyelonong motor tanpa pengemudi (mungkin juga tanpa ban). Bisa jadi, saking muaknya sama jalanan beserta seluruh peristiwa syaithonnirojiim di dalamnya, motor itu kini bisa mumbul. Kita tak perlu lagi capek-capek nyalip sana-sini untuk menghindari kemacetan atau sekedar kubangan tai air yang keberadaannya susah diprediksi.

Bayangkan juga, berapa dosa yang bisa kita hemat karena nggak perlu lagi misuhi jalan?

Jangan tanya soal imajinasi apalagi itu. Teknologi yang lima sampai sepuluh tahun lalu hanya ada di pikiran kita—dan filem, tentunya—saat ini banyak yang mulai terwujud. Sebut saja, auto-car, mobil tanpa pengemudi yang cocok buat para wanita karir (dan menyusui) yang tak sempat make-up di rumah; hoverboard, inovasi kendaraan tanpa roda, memakai baling-baling bambu yang berputar sekian ribu rpm agar bisa menyamai aksi-aksi lincah layaknya filem Star Wars; serta yang paling kontroversial ialah penciptaan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, yang bisa membuat dan memperbarui programnya sendiri tanpa bantuan manusia.

Meski masih dalam tahap pengembangan, namun pro dan kontra soal penemuan AI terus mencuat. Ada yang berpendapat bahwa AI bisa lebih berbahaya dari manusia sekalipun, sebab (sebut saja) robot itu akan menjadi susah dikendalikan. Bagaimanapun, ia adalah serangkaian program yang didesain “pintar”—ia dapat merekam pola-pola tertentu sekaligus membuat prediksi tentang perilaku seseorang.

Smartphone pun menerapkan sistem kecerdasan buatan, hanya saja dalam bentuk yang sangat sederhana. Saking pintarnya, bahkan kita merelakan daya ingatan dan intuisi pada satu benda mungil itu. Saat kalian nulis ultah pacar di notes, ponsel sudah bekerja untuk mencari kado atau teknik surprise macam apa yang cocok. Harusnya, target operasi cemburu paling tepat di zaman now adalah ponselmu sendiri.

Maka benar kalo simbah Stephen Hawking marah besar dengan teknologi AI. Menurutnya, ketika pengembangan teknologi itu sudah mencapai ma’rifat, bisa saja ia mendesain ulang programnya sendiri lalu membangkang sama penciptanya. Dalam kondisi paling sial, robot-robot yang diisi kecerdasan buatan bisa sewaktu-waktu mendeklarasikan perang kepada manusia, bahkan sampai memusnahkan manusia!

Persis sama filem-filem Amerika yang cuma cari duit.

Namun seyogyanya sebagai umat budiman, kita tidak boleh punya prasangka buruk terhadap apapun. Teknologi robot AI terbukti sangat berguna bagi kebutuhan manusia. Mulai dari makan, minum, nongki, kencan, nugas, dan sederet kegiatan lain bisa termudahkan dengan cuma ngomong: oke, gugel!

Atau bagi mahasiswa semester tanggung yang kebelet dikejar dosen (jomblo pula), pastinya jadwal tidur nggak ada yang ngingetin akan keteteran sehingga butuh assistant dalam bentuk aplikasi seluler. Persis jadwal imsakiyah di TV.

Baru-baru ini, robot dengan AI sudah diciptakan di Saudi Arabia dengan nama Sophia. Ia bahkan mendapat kewarganegaraannya sendiri. Dilihat dari fisik, ia lebih sempurna dan ekspresif dari robot-robot terdahulu yang lebih mirip kaleng krupuk.

Dalam politik, Sophia bisa sangat berguna dalam membantu delegasi maupun pengambilan keputusan. Mungkin, kecerdasan buatannya bahkan bisa memprediksikan sampai tanggal berapa kira-kira Presiden Trump main golf di Bukit Mas dengan Fadli Zon. Atau, prosentase popularitas Ahmad Dhani dibandingkan Nassar ketika mau maju jadi Cagub Jatim.

Nantinya, di saat-saat krisis, Sophia tak perlu kuatir tanggungan rumah sakit waktu dipanggil sama KPK, sebab menghilangkan data kriminal tampaknya lebih mudah dari cuma update foto sakit. Apalagi sampai harus melaporkan balik orang-orang cilik bin nganggur yang kebetulan lagi panjat sosial dengan mengunggah meme.

Paling tidak, Sophia nggak punya perasaan sehingga tak perlu takut di-dzolimi.

Paling-paling, nanti akan muncul banyak pertanyaan, “eh, Sophia, ente kok nggak berjilbab sih? Emang nggak malu sama auratnya?”

Lalu dengan satu jawaban pamungkas, ia jawab: lha wong aku ini robot feminis, kok!

Previous ArticleNext Article

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ajakan Ustadz Abdul Somad Beli Kapal Selam Adalah Inovasi Cemerlang 0 144

Akhir April lalu Ustadz Abdul Somad melalui akun Instagram-nya (@ustadzabdulsomad_official) mengumumkan ajakan kepada umat untuk membantu negara membeli kapal selam baru dalam sebuah gerakan yang bertajuk “Patungan Rakyat Indonesia Membeli Kapal Selam”.

Gerakan ini bukan respons seremonial atau berita bombastis semata. Melalui gerakan ini, UAS benar-benar secara serius ingin turut mendukung TNI, mengingat betapa berat tugas yang mereka pikul. “Mari kita seluruh rakyat Indonesia, bahu-membahu mengulurkan tangan dan sumbangsih membangun kekuatan armada laut kita agar kembali berjaya,” kata UAS dalam postingannya.

Rasa-rasanya, lama kita tidak mendengar gerakan terbuka yang progresif dilakukan oleh tokoh Islam nasional. Maka sudah sepatutnya apa yang dilakukan UAS mendapatkan dukungan yang maksimal.

Namun tentu saja, eman kalau andaikata gerakan tersebut hanya berhenti sebatas membeli kapal selam saja. Dengan memanfaatkan pengaruhnya, UAS mestinya bisa melakukan lebih daripada itu.

Jika boleh memberi saran, banyak hal yang insyaAllah juga dapat diatasi bila UAS syukur-syukur mau melanjutkan gerakannya sampai ke pengadaan-pengadaan fasilitas negara lainnya. Kita mulai dari yang terdekat, membantu negara mengembangkan formula untuk menangkis serangan virus Covid-19.

Dari apa yang dilakukan UAS, bisa kita asumsikan bahwa Indonesia dihuni oleh mayoritas masyarakat borjuis, dengan kemungkinan besar orang miskin di Indonesia sudah masuk kategori minoritas sejak proklamasi. Artinya, bukan menjadi soal berat bagi masyarakat bila dimintai urunan membeli vaksin paling top di dunia, misalnya.

Selanjutnya, mumpung bulan Ramadhan, yang insyaAllah segala amalan kita dapat membawa berkah, maka perlu rasanya UAS membantu saudara-saudara dari agama minoritas untuk membangun rumah ibadah.

Dari banyak catatan sejarah, agama minoritas selalu kesulitan mendapatkan dukungan membangun fasilitas ibadah. Hal inilah yang kemudian memancing banyak sekali konflik SARA. Bahkan tidak jarang yang berakhir dengan peperangan fisik antara kelompok beragama, alhasil beban aparat yang senantiasa bertugas menangani konflik pun bertambah.

Nah, bayangkan, bila saja kelompok-kelompok agama minoritas mendapatkan dukungan berupa pembangunan fasilitas ibadah, maka kecil kemungkinan konflik SARA akan terjadi. Sebab, keadilan untuk beragama sudah diberikan. Dampak-dampak seperti peperangan yang dapat merepotkan tugas aparat pun bisa diatasi.

Sekarang kita masuk ke ranah pendidikan. Tak perlu riset berkepanjangan untuk mengetahui betapa kurangnya kualitas pendidikan di negara kita dikarenakan berbagai faktor. Yang biasanya paling sering disebut adalah fasilitas belajar-mengajar.

Pastinya UAS sudah mengetahui betapa agama mengharuskan kita untuk menuntut ilmu sebagai bekal di dunia dan akhirat. Mengajak masyarakat agar mau ikut urunan demi pendidikan yang berkualitas sama halnya seperti ibadah. Baik UAS dan negara, insyaAllah akan mendapatkan barokah bila melakukan jihad yang satu ini.

Kalau pun sekarang kegiatan sekolah di-online-kan, ya urunannya perlu menyesuaikan dengan itu. Contoh, belikan semua pelajar Indonesia yang membutuhkan sambungan internet atau handphone canggih supaya tidak ketinggalan pelajaran karena alasan keterbatasan fasilitas.

Terakhir – ya, meskipun masih banyak lagi – kita mungkin wajib tepuk tangan karena gerakan yang dilakukan UAS ini dimulai dengan strategi yang sangat visioner. Siapa yang mengira, lumbung bantuan dari hasil urunan ini akan berpusat di salah satu masjid yang terletak di Yogyakarta, daerah dengan gaji buruh terendah berdasarkan UMP se-Indonesia.

Mengingat masyarakat Indonesia mayoritas borjuis, pastinya gerakan urunan ini akan menghasilkan total uang yang banyak pula. Minimal lebih dari harga dua kapal selam yang katanya bisa sampai menyentuh angka – bila dirupiahkan – 16 triliun .

Kelebihan hasil urunan inilah yang – lagi-lagi – pastinya sudah dipikirkan UAS untuk dibagikan juga pada minoritas buruh-buruh di Jogja yang perekonomiannya terdampak pandemi. Sudah visioner, progresif, merakyat pula. UAS emang panutanque.

Kebetulan di masa pandemi ini, uang saya makin melimpah, walaupun pelanggan kafe sepi dan berbagai agenda proyek batal. InsyaAllah saya akan mendukung UAS apapun bentuk ajakan sosialnya.

Kalau nanti gerakan urunan ini beres di Indonesia, dan UAS berencana melakukan gerakan serupa sampai ke negara lain seperti Malaysia atau Afghanistan, maka saya akan tetap berada dalam sikap dan barisan yang sama. Barisan cemerlang dengan penawaran yang amat visioner.

 

*) Ilustrasi oleh: Tiara Sakti Ramadhani

Menggambar dari Ngagel. Pemanah dan penggemar BTS profesional. Bisa dihubungi melalui akun Instagram @tiarasr.art.

Asmara Putra Presiden dan Kita yang Suka Kepo 0 279

Kaesang selingkuh??!!

Ini sih bukan cuma bahan omongan netijen di media sosial, tapi juga persoalan kita semua!

Persoalan ini menempati posisi teratas trending topic di linimasa media sosial. Bermula dari unggahan akun gosip junjungan kita semua, Lambe Turah, dan dikonfirmasi oleh beberapa postingan feed dan story akun melia_lau yang merupakan ibunda dari Felicia, pacarnya Mas Kaesang.

Pendek cerita, Kaesang dinyatakan menghilang tanpa kabar alias ghosting, lalu ketahuan jalan dengan perempuan lain. Naasnya, perempuan lain itu pegawainya sendiri. Bilang WOW gak nih?

Oh, betapa runyamnya persoalan ini bagi bangsa dan negara. Mendadak kita semua mengurusi persoalan asmara putra presiden. Setelah ini, wartawan infotainment yang brutal itu akan menyerbu istana, menghujani Jokowi dengan pertanyaaan personal seputar anak bungsunya.

Untuk sementara, istana hanya akan sibuk menjawabi persoalan ini, dan melupakan penanganan corona, atau urusan Moeldoko dan Demokrat.

Tapi, menurut hemat penulis, setidaknya ada sejumlah poin andai-andai yang bisa diserap dari peristiwa ini.

 

Kalau saja selingkuhnya di tempat yang tepat

Kata teman-teman saya sih, tempat terbaik di ibukota untuk selingkuh adalah Kuningan City. Konon, mal ini selalu sepi walau akhir pekan. Pun di dalamnya disewa oleh tenant ternama dengan harga diskon semua. Niscaya selingkuh aman dan hemat jika mbaké minta dibelikan baju baru.

Atau di Blok M misalnya. Pusat belanja yang hampir sekarat. Di mana penjualnya hanya fokus melariskan dagangan, tak peduli siapa yang sedang kencan, entah beneran pasangan atau simpanan.

Kalau di Surabaya, Anda bisa mengajak mbaké ke DTC. Bisa sekalian blusukan pelaku UMKM yang sesungguhnya. Siapa tahu mau studi banding.

Sayangnya, Mas Kaesang, kita ini memang hidup di zaman edan. Pacaran dengan pacar orang kurang afdol rasanya jika belum diposting ke media sosial, entah untuk apa tujuannya. Mungkin, untuk menunjukkan eksistensi dan mendapat pengakuan khalayak.

 

Kalau saja Kaesang bukan anak pleciden

Pasti kisah drama asmara ini akan biasa-biasa saja. Kaesang juga hanyalah mas-mas biasa usia 20-an yang suka main mobel lejen dan papji. Tapi status sebagai anak orang nomor satu di Indonesia ini menjadikan beban moral berat harus ditanggungnya.

Padahal, semua hubungan tentu punya masalah dan bisa saja menemui akhirnya. Semua dari kita pasti pernah mengalami ghosting, baik jadi korban atau pelakunya. Kaesang pun manusia adanya, yang bisa mengalami hal-hal tersebut. Bukan karena anak presiden, terus Kaesang jadi manusia paling sempurna dan idaman.

Kita semua ini kan pernah berdosa, cuma belum ketahuan boroknya aja. Tapi ya beginilah tabiat kita menjadi manusia. Menghakimi, menghujat, seakan-akan kita orang paling benar di dunia.

 

Kalau saja semua ini hanya prank

Siapa tahu kan, Kaesang butuh ide konten baru di akun Youtube-nya. Siapa tahu semua drama ini memang disiapkan untuk melamar Felicia di Desember 2021, seperti yang dijanjikannya pada keluarga.

Atta dan Aurel saja habis putus tiba-tiba mengumumkan pernikahan. Siapa tahu kan, yang satu ini juga bernasib demikian.

 

 

*) Ilustrasi oleh: Brigitha Aidha Jannah

Hobi fotografi, menggambar, dan fangirling band koriyah. Galeri karya bisa diintip melalui akun Instagram @50shadecolor.

Editor Picks