
“Resmi Ditahan, Inilah Deretan Artis Cantik yang Pernah Dekat Dengan Zumi Zola”.
Begitulah judul sebuah artikel di suatu portal berita online ketika saya mengetik “Zumi Zola ditahan” di gugel. Tidak, saya tidak akan berkomentar mengenai EYD-nya yang salah, tapi isi artikel itu sendiri yang begitu menggelitik saya. Artikel cap opo iki?!
Sesuai judulnya, artikel ini membahas wanita-wanita yang pernah dekat dengan mantan Bupati Jambi ini. Dan ternyata, yang artis cuma satu. Hmmm… kenek bojok, su!
Berita ini dirilis sehari setelah penangkapan mantan Bupati yang kalo senyum bisa bikin cewek-cewek semaput, yaitu pada hari Selasa (10/02). Ya, Zumi Zola memang menjadi hot potato! Mungkin, Sang Jurnalis berpikir apapun yang mengandung “Zumi Zola” akan menjadi berita yang “menarik” bagi kalangan, khususnya ibu-ibu tukang rumpi – bodohnya, saya juga meng-klik berita ecek-ecek ini. Selain itu, mungkin fakta-fakta yang didapatkan portal berita online ini mengenai penahanan mantan tunangan Ayu Dewi ini tampak terbatas. Otomatis, pemberitaan mengenai penangkapan Zumi Zola juga terbatas.
Tapi, karena nama Zumi Zola merupakan news value yang harus dimaksimalkan penggunaannya dan fakta tentang penangkapannya terbatas, dibuatlah artikel yang nyeleneh dari kasus yang sedang umub ini. Wes, opo ae pokok’e onok jenenge Zumi Zola!
Poin pertama yang ingin saya kritisi ialah artikel yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan kasus yang terjadi, penahanan Zumi Zola oleh KPK. Dimana korelasi deretan wanita yang pernah atau sedang menghiasi hidup Zumi Zola dengan kasus suapnya?!
Yang kedua, berita seperti ini mengaburkan permasalahan utama yang terjadi. Ghibahan mengenai mantan-mantan Zumi Zola ini mendistraksi publik yang awalnya membahas penahanan menjadi barisan para mantan. Membahas masa lalu kelam para tokoh – apalagi tentang mantan dan affair – memang selalu lebih menarik.
Yang ketiga, sama sekali tidak ada faedahnya masyarakat tahu tentang mantan-mantannya Zumi Zola. Parahnya, nama saya tidak dicantumkan. Buatlah berita yang memiliki news value dan penting bagi orang untuk tahu. Seumpama tidak ada hubungannya dengan kasus penangkapan Zumi Zola, setidaknya mengedukasi. Mungkin perjuangan Zumi Zola menjadi pejabat kek, prestasi Zumi Zola semasih menjabat kek, apa kek…. Jadikan tulisan Anda bermanfaat bagi orang lain. Tulisan Anda memiliki pengaruh yang besar lho bagi orang lain. Jangan membuat orang terbiasa berghibah tentang masalah pribadi orang.
Yang terakhir, judul click-bait. Ya, saya tahu betapa pentingnya jumlah klik bagi berita online. Tapi, mbok yo ojok mbojok, Rek. Mosok judul ambe artikel iso sueje. Katanya deretan para artis, tapi ternyata yang artis hanya satu, Ayu Dewi. Boleh banget kok menulis judul semenarik mungkin, tapi harus punya korelasi dengan artikelnya. Eniwei, artikel ini bukan satu-satunya artikel jahiliah yang bermunculan di tengah-tengah kasus yang menimpa tersangka suap enam miliar yang bening ini. Masih banyak artikel aneh-aneh seperti, “Pakai Rompi Oranye, Zumi Zola Masih Ganteng”, “Mantan Aktor Zumi Zola Ditahan KPK, Beginilah Potret Kebersamaannya Bersama Istri”, dan sebagainya. Mungkin mereka yang menyebut diri mereka sebagai jurnalis tapi masih membuat berita semacam ini harus kembali ke semester dua dan mengambil mata kuliah Dasar-dasar Jurnalistik bersama Rendy Pahrun Wadipalapa (Note dari editor: bagian terakhir ini tidak diedit, selain karena alasan kebenaran absolut, juga lantaran pembelaan kemanusiaan atas pentingnya edukasi).